It’s time to trying something new, reviewing and listening an album in my primary language. 🇮🇩 Lebih dari sekedar Alternative Rock untuk Indonesia, konsep dan blend genrenya cukup unik, dan kohesif.

Dari Piano Rock, Post-Metal, Shoegaze, hingga Psychedelic. Soal lagu Indonesia, saya pernah coba album tenxii.. yang sangat bland, overplayed dan terlalu eksplisit. Disisi lain, .Feast soal catchiness dan lirik nya sudah sangat enjoyable dan bermakna. Tentunya kata hit yang saya sebutkan disini berarti lagu itu sangat besar, dan sudah pernah saya dengar.

Kita mulai dari membangun, yang mirip-mirip Chamber Rock, gabungan repetisi Piano lo-fi dan Drum yang sangat conscious dan downtempo, vokalnya pun juga dibuat seperti mendam gitu yang sekilas mirip dengan M83, dan drop nya juga langsung hitting, build-up dan strukturnya sangat bagus. Konsekuens mirip-mirip seperti Post-Metal yang dimulai dengan synth yang sangat heavy dan memorable, dan temponya lebih cepat. Masimarah agak punya vibe Slacker Rock dengan struktur drum yang condong ke Breakbeat dan Trip-Hop, vokalnya pun menambah euphoria, sangat banyak yang terjadi di strukturnya, sangat fun. Arteri mungkin lagu paling enjoyable, sangat vibe Art Rock tipikal Radiohead dan gitar Shoegaze, blend yang sangat jarang saya temui di lagu lokal, dan vocal flownya lebih bervariasi. Politrik mungkin lagu paling edgy sejauh ini, dan blendnya cukup generik.

Dan masuklah ke pertengahan, hit besar o,Tuan yang vibenya lebih seperti ballad Piano Rock, dan lirik dan chorus yang paling memorable bagi saya, dan atmosfer dan synth Rock nya lebih down dan indah. Ouroboros lebih ke Folk Rock, dan mirip seperti o,Tuan tapi lebih ethereal dan mengedepankan vibe kehampaan dan synth Ambient yang cantik, dropnya pun tipis di akhir. Hit lagi, Nina lebih ke tipikal Indonesian Rock yang punya Folk Rock tapi lebih harmonis dan uplifting, yang agak medioker. Langitruntuh punya vibe yang trippy dan chill dan struktur yang lumayan abstrak. Metakritik kira-kira mirip dengan Arteri dari blend Noise Rock dan Shoegaze yang sangat heavy-nya hampir memendam vokalnya, atmosfer nya pun sangat bagus. 5-pun gitarnya seperti dibuat agar sekuat mungkin hingga membuat Noise Rock yang sangat memendam, seperti 180 derajat jika dibandingkan dengan Ouroboros.

Dan lalu masuk hit Tarot yang struktur drumnya mirip Masimarah-nya Breakbeat dan Trip-Hop, dan elemen khas Indie yang ethereal digabung dengan Art Rock, seperti gabungan vibe chill dan heavy dan vokal yang catchy, atmosfernya cukup kaya. Peralihan adalah Interlude yang sangat ethereal dan elektronik, sebetulnya sangat banyak potensi agar jadi lagu, tapi ini juga salah satu elemen yang penting dalam fondasi album ini “Menghancurkan diri yang lama dan Membangun diri yang lebih baik”, walaupun hanya direferensikan beberapa kali saja. Drums juga interlude yang punya potensi lagi, satu-satunya lagu yang influence Psychedelic dan Nu-Disco disini, walaupun agak off digabung dengan track lain, tapi unik. Sekarang kita sampai ke perhentian akhir, menghancurkan, dan hanya perfect. Blend Psychedelic nya dan Rock yang conscious, tambah vocal flow yang catchy, sangat wow.

// Repeat value: 9/10 // Uniqueness: 9/10 // Cohesiveness: 9/10 // Tracklist: 9/10 // Artwork: 10/10 // Killers: 10/10 // There’s filler interference: 8/10 // Favorite tracks: membangun, Konsekuens, Masimarah, Arteri, o,Tuan, Metakritik, 5, Tarot, menghancurkan